Gubernur Khofifah: Sensus Ekonomi 2026 Butuh Data BPS yang Akurat
- Created Jul 31 2026
- / 151 Read
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa data statistik yang akurat, mutakhir, dan kredibel menjadi fondasi utama dalam menyusun kebijakan pembangunan yang tepat sasaran. Penegasan itu disampaikan saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Evaluasi dan Monitoring Pelaksanaan Lapangan Sensus Ekonomi 2026 di Hotel JW Marriott Surabaya, Selasa (28/7) malam.
Dalam forum yang berlangsung sejak 25 Juli 2026 itu, Khofifah menyoroti peran Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai lembaga yang menyediakan rujukan data bagi hampir seluruh sektor pembangunan, mulai dari pertanian, perumahan, infrastruktur, energi, hingga pengentasan kemiskinan. Menurut dia, kualitas kebijakan sangat ditentukan oleh kualitas data yang digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan.
“BPS ini institusi utama. Rapat pertanian itu BPS, pembangunan, perumahan, infrastruktur, energi hingga kemiskinan butuh BPS,” ujar Khofifah di hadapan Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti serta jajaran kepala BPS provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia.
Khofifah menilai posisi strategis BPS harus menjadi dorongan bagi seluruh insan statistik untuk terus menjaga mutu data. Ia menyebut setiap angka yang dihasilkan akan menentukan arah kebijakan pemerintah, baik di pusat maupun daerah. Karena itu, ia meminta agar kerja statistik ditempatkan sebagai bagian penting dalam proses pembangunan nasional.
“Positioning ini harus menguatkan semangat panjenengan semua insan BPS. Hari ini negeri ini untuk merancang bangun berbagai program mereka membutuhkan BPS,” katanya.
Khofifah juga mengungkapkan kedekatannya dengan BPS bukan hal baru. Ia menyebut telah menjadi pengguna data BPS sejak awal berkiprah sebagai anggota DPR RI pada 1992. Saat itu, ia masih mengandalkan buku-buku publikasi BPS yang tebal untuk mendukung kerja legislasi, sebelum teknologi digital berkembang seperti sekarang.
“Saya punya hutang budi sangat banyak pada BPS. Sejak tahun 1992, saya anggota DPR RI, saya menjadi klien BPS,” ucapnya.
Ia menambahkan, data BPS bahkan pernah menjadi rujukan dalam rapat bersama Menteri Keuangan saat itu, Mar’ie Muhammad. Menurut Khofifah, pengalaman itu memperlihatkan betapa kuatnya posisi data BPS dalam percakapan kebijakan negara.
“Saya ini tiap hari makan data, saya dari dulu pencinta, pengguna dan pemanfaat data BPS,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Khofifah menegaskan pembangunan yang berkualitas hanya dapat lahir dari data yang valid dan mutakhir. Ia menyebut Sensus Ekonomi 2026 sangat penting karena akan memberikan peta ekonomi Indonesia yang lebih akurat dan menjadi kompas dalam perencanaan pembangunan.
“Maka betapa pentingnya perencanaan pembangunan dengan akses data yang update. Kompasnya adalah data-data update dari BPS,” katanya.
Khofifah juga memberikan apresiasi kepada Kepala BPS Provinsi Jawa Timur Herum Fajarwati dan jajaran yang dinilainya bekerja dalam konteks wilayah yang sangat kompleks. Jawa Timur, kata dia, memiliki tantangan tersendiri karena menjadi provinsi dengan jumlah daerah administratif terbanyak di Indonesia, yakni 38 kabupaten/kota, serta karakter ekonomi yang sangat beragam.
“Saya bisa melihat Ibu Kepala BPS Jatim Herum Fajarwati, bebannya tidak mudah di Jawa Timur,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kompleksitas Jawa Timur membuat pendataan ekonomi tidak bisa dilakukan dengan pendekatan sederhana. Aktivitas usaha besar juga kerap tidak tercatat langsung di lokasi produksi karena kantor pusat atau holding perusahaan berada di Jakarta. Kondisi itu, menurut dia, menuntut ketelitian tinggi agar data ekonomi daerah tetap mencerminkan situasi yang sebenarnya.
“Jawa Timur ini 38 kabupaten/kota terbanyak. Teritori administratif terbanyak di Indonesia itu di Jatim,” ucap Khofifah.
Khofifah kemudian menyampaikan terima kasih kepada BPS yang telah memilih Surabaya sebagai tuan rumah Rakornas Sensus Ekonomi 2026. Ia menyebut Surabaya sebagai Kota Pahlawan dan Bumi Majapahit memiliki nilai historis yang kuat dalam membangun semangat kebangsaan serta persatuan Indonesia.
“Terima kasih bahwa Kepala BPS berkenan menyelenggarakan Rakornas di Surabaya, Kota Pahlawan,” katanya.
Ia menambahkan, Surabaya dan Jawa Timur menyimpan warisan nilai heroisme, kebhinekaan, harmoni, dan toleransi yang relevan dengan semangat pembangunan nasional. Menurut dia, semangat itu perlu terus dirawat agar berbagai kerja besar negara, termasuk pendataan ekonomi, dapat menghasilkan manfaat yang luas bagi masyarakat.
Di hadapan peserta rakornas, Khofifah menutup sambutannya dengan menekankan bahwa BPS memiliki peran sentral dalam memastikan kebijakan negara tidak meleset dari kebutuhan lapangan. Ia menegaskan, data yang kuat akan membantu pemerintah membaca realitas ekonomi secara lebih presisi dan menyusun program yang benar-benar menyentuh kebutuhan publik.
Sementara itu, Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Ia menilai kolaborasi pemerintah daerah dan BPS menjadi faktor penting dalam menghadirkan data statistik yang berkualitas sebagai dasar pembangunan nasional.
“Kehadiran Ibu merupakan kehormatan dan penyemangat bagi kami untuk terus berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah dalam menyukseskan Sensus Ekonomi tahun 2026,” ujar Amalia.
Amalia menyebut Jawa Timur merupakan salah satu penyumbang ekonomi terbesar setelah Jakarta. Karena itu, menurut dia, hasil Sensus Ekonomi 2026 di provinsi tersebut akan sangat berarti untuk peta ekonomi nasional.
“Jatim ini penyumbang ekonomi terbesar setelah Jakarta, maka mari kita upayakan supaya Sensus Ekonomi bisa memberikan manfaat luar biasa bagi Jawa Timur,” katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa capaian Indeks Kualitas Sensus (IKS) Jawa Timur telah mencapai 55,81 persen dan menempatkan provinsi itu di peringkat kesembilan secara nasional. Capaian tersebut, menurut dia, lahir dari kerja keras jajaran BPS dari tingkat pusat hingga petugas lapangan.
“Kita telah melakukan evaluasi pelaksanaan Sensus Ekonomi mulai tingkat pusat hingga daerah. Terima kasih atas kerja keras kepada staf BPS hingga petugas lapangan,” ujarnya.
Amalia menambahkan, Sensus Ekonomi 2026 akan memberi banyak manfaat, mulai dari gambaran struktur perekonomian Indonesia hingga peta ekonomi Jawa Timur yang lebih terukur. Data itu, kata dia, akan menjadi panduan penting dalam menyusun arah pembangunan ekonomi daerah maupun nasional.
Pada kesempatan yang sama, Khofifah bersama Kepala BPS RI juga menyerahkan penghargaan kepada para pemenang Indonesian Census Film Festival 2026 sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas masyarakat dalam mendukung penyelenggaraan Sensus Ekonomi 2026.
Share News
For Add Product Review,You Need To Login First
















